Bertemu Traveler Bermotor Pengeliling Dunia di Sosrowijayan

Kereta Senja Utama yang saya tumpangi tiba di Stasiun Yogyakarta sekitar pukul 6.00 pagi, perjalanan yang cukup panjang dari Stasiun Jatinegara, dan badan saya cukup merasa pegal karena posisi tidur yang kurang pas. Hal pertama yang saya lakukan adalah berjalan kaki menuju Jalan Malioboro melewati Pasar Kembang dan mencari sarapan. Tujuan pertama saya adalah Candi Borobudur yang terletak di Magelang, sedikit di luar Jogja. 

Hot Stupas

Dengan menggunakan TransJogja, saya menuju terminal Giwangan dan melanjutkan perjalanan dengan bus seukuran Metro Mini ke Borobudur. Lama perjalanan sekitar 45 menit. Cuaca mulai terik saat saya sampai di terminal Borobudur, dengan Becak saya melaju menuju gerbang pembelian tiket masuk. Memasuki area menuju candi, kita di haruskan menggunakan sarung batik yang telah disiapkan oleh pengelola. 

Believe it or not, this is my first visit to Borobudur, the largest Buddhist temple in the world, and indeed, I amazed by its construction, architecture and its surrounding areas.

Going Up

Puas berkeliling, naik turun, panas-panasan dan ngadem, saya kembali menuju Malioboro untuk mencari tempat menginap. Agar ringkas, saya mencari di sekitar Jalan Sosrowijayan yang terkenal sebagai salah satu Wilayah Backpacker di Jogja. Setelah mendapat salah satu penginapan murah dan beristirahat, Malam harinya saya hanya berkeliling sekitaran Malioboro saja.

Hari kedua saya manfaatkan untuk berkunjung ke beberapa tempat seperti candi Prambanan, Candi Roro Jonggrang serta museum Affandi. Saat di Candi Prambanan saya berkenalan dengan sesama alone traveler asal Palembang bernama Aji, seorang mahasiswa asal Palembang. Jadilah kami teman ngobrol melanjutkan kunjungan ke Museum Affandi, lalu kami ke Malioboro untuk beristirahat di tempat saya menginap. Malam harinya Malioboro sangat ramai, sekitar Jl. Sosrowijayan juga cukup ramai oleh turis asing yang lalu lalang.

Prambanan Temple

Affandi Museum

Saat keluar tak jauh dari penginapan, kami berpapasan dengan seorang Bule Inggris yang mengendarai motor besar BMW. Melihat gaya dan penampilannya, saya langsung bisa menebak kalau dia adalah seorang Motorcycle Traveler. Karena jarang melihat traveler kelas dunia dengan naik motor, saya coba berbasa-basi ajak ngobrol. Namanya David, dia baru saja dari Jakarta, dan selama ini sudah melanglang buana ke Amerika Latin dan Eropa dengan motornya. Saat itu, dia sedang mencari penginapan karena lelah dan mengantuk, lalu saya coba tunjukkan hotel dan penginapan di tengah Sosrowijayan yang kelihatannya cukup layak huni dan aman parkir motor besarnya.

David from England


Ontel Malio

Nasi Kucing Monument

Hari ketiga, setelah sarapan di depan Mal Malioboro, saya balik ke penginapan dan berkemas untuk pulang ke Jakarta. Hari itu adalah sekitar seminggu setelah lebaran, jadi jadwal kereta kemungkinan padat. Saya tidak membeli tiket pulang saat berangkat, karena saya pikir akan mudah membeli tiket nantinya. Ternyata saya salah saudara-saudara, tiket bisnis ke Jakarta Full Booked. Setelah melihat jadwal penuh, saya bergegas naik TransJogja menuju Terminal Bus, tapi ternyata sebagian bus juga telah penuh lagipula agen bus menjelaskan kalau perjalanan bisa memakan waktu sangat lebih lama dari biasanya karena arus balik lebaran di sepanjang Jawa. Akhirnya saya kembali ke stasiun Jogja dan membeli tiket tersisa kelas Eksekutif ke Bandung, dengan harapan mengejar Travel malam hari ke Jakarta.

Sampai di Bandung sekitar Pk. 20.30, saya naik ojek menuju Cihampelas, tempat Cipaganti Travel berada. Ternyata oh ternyata, tukang ojek yang saya tumpangi belum hapal jalan menuju Cihampelas, dan jadilah kami berputar-putar beberapa lama, sebelum akhirnya sampai Cihampelas. What happen next is, saya ketinggalan 5 menit mobil travel terakhir yang baru berangkat ke Jakarta -_-'. Akhirnya saya pesan tiket paling pagi dan menginap semalaman di ruang tunggu travel itu. Fuhhh...

Post a Comment

0 Comments