Bali Shoot

7:31 PM 0 Comments A+ a-

Terakhir kali saya mengunjungi Bali sudah lamaaaaa sekali. Terlalu lama bahkan. Dan dulu saat saya ke sana adalah bersama keluarga dengan memakai mobil menjelajahi kota-kota di Jawa sampai Denpasar. And then, akhirnya setelah sekian lama itu, saya berkesempatan kembali ke Bali, walaupun embel-embelnya adalah Kerja. Perusahaan otomotif tempat saya kerja akan meluncurkan produk baru, dan untuk kepentingan iklan TV, proses shootingnya dilakukan di Jakarta dan Bali.

Panas. Itu yang saya rasakan begitu menginjakkan kaki di bandara Ngurah Rai. Bandara sedang berbenah diri, renovasi pembangunan gedung baru yang akan beroperasi mulai 2013.

Kami dijemput oleh staf production house dan digiring menuju restoran Mama-san di daerah Kerobokan yang mempunyai desain interior sangat menarik. Makan siang bersama Sutradara serta tim Production House. Dari sana langsung menuju hotel dikawasan Sanur, tempatnya sangat nyaman dan keren. Saya mendapat kamar di lantai bawah yang langsung menghadap ke kolam renang.

Pagi keesokan harinya, tim klien dan agency langsung berangkat menuju lokasi pertama, yaitu Taman Nasional Bedugul. Sesuai namanya, tempat ini merupakan area taman yang sangat luas dan sejuk, dengan beragam tanaman juga pohon-pohon tua besar yang rimbun. Shooting dimulai dengan travelling shoot kendaraan.


Siang harinya kami bergerak menuju Sungai Klungkung, dimana adegan mobil menyebrangi sungai akan dilakukan. Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam dari Taman Nasional Bedugul menuju Sungai Klungkung. Sepanjang jalan terlihat kawasan persawahan yang hijau dan langit yang membiru. Saat mobil dipacu menyebrangi bagian sungai yang tidak dalam, kamera phantom merekam gerakan tersebut dengan kecepatan super lambat, hasilnya adalah keindahan cipratan air dengan mobil yang bergerak membelahnya. Penutup bagian hari itu dengan sangat cantik.

Hari terakhir adalah lokasi Gunung Batur, dengan suasana gunung batu berpasir yang keras. Adegan yang akan diambil adalah mobil mengarungi medan dengan struktur jalan kasar. Pagi hari suasana sangat sejuk dengan kabut yang masih menutupi area sekitarnya, namun memasuki jam 10an, panas mulai terik, walaupun suasana sedikit berangin tapi tidak menghalangi kulit untuk terbakar. Kulit Saya pun sukses semakin belang. Menjelang sore, adegan penutup akan dilakukan di kaki Gunung Batur, di tepi danau Kintamani. Pemandangannya cukup membuat saya terpesona.

Tepat saat matahari telah terbenam, terdengar suara keras, That's a Wrap! Nick Robertson, sang Director berteriak. Kami semua ikut berteriak kegirangan, shooting selesai, semua bersalaman, tinggallah proses editing nanti yang akan dilalui.

Malam harinya, kami kembali menginap di Sanur, tapi tengah malam kami melanglang menuju Kuta. Pada malam hari Kuta sangat ramai, terlalu ramai menurut saya. Musik terlalu keras dimainkan, orang-orang terlalu kencang berbicara.

Everything looks too much.


Puas berkeliling dan makan, kami menuju Krishna, tempat oleh-oleh khas Bali yang buka 24 jam, tidak lupa membeli sedikit bawaan untuk orang rumah, karena pagi harinya kami akan take off kembali ke Jakarta.

I would like to explore more of Bali later on. Pure vacation perhaps.